Selain membantu memulai hari yang penuh semangat, meminum satu gelas kopi organik di pagi hari dapat mengurangi resiko berbagai penyakit kronis, memperpanjang masa harapan hidup, dan secara tidak langsung juga membantu menjaga kelestarian lingkungan. Di Amerika Serikat, kopi dengan label organik didapat dengan mengikuti berbagai aturan ketat yang dibuat oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA).

Berdasarkan peraturan tersebut, kopi organik harus bebas dari kontaminasi bahan kimia dan ditanam dikebun yang aman bagi kesehatan pekerja dan aman bagi kelestarian lingkungan.

Diproduksi Secara Organik

Kopi organik diproduksi hanya dari kebun yang telah mendapatkan sertifikasi oleh USDA. Proses sertifikasi mengharuskan kebun telah menggunakan metode tanam organik selama minimal 3 tahun. Kopi organik berarti kopi ditanam tanpa menggunakan pestisida dan pupuk kimia, serta memiliki kebun kopi yang telah memenuhi seluruh pedoman dari USDA.

Bebas dari Residu Kimia

Kopi konvensional/non-organik beresiko besar memiliki residu kimia yang tersisa dari pestisida dan pupuk kimia yang digunakan. Residu kimia ini dapat menyebabkan kanker, gangguan syaraf, gangguan hormon, dan iritasi pada mata dan kulit. Bila Anda mengonsumsi kopi organik, Anda akan terhindar dari residu kimia dan dampak negatif berbahaya bagi kesehatan.

Kaya Antioksidan

Kopi, baik ditanam secara organic maupun konvensional, memiliki banyak manfaat bagi kesehatan karena kandungan antioksidannya. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal “Plant-Foods for Human Nutrition” menemukan bahwa antioksidan dalam kopi mampu menurunkan resiko kanker. Dalam studi lain yang diterbikan dalam jurnal “Journal of Nutrition and Metabolism” menemukan bahwa kopi dapat membantu mencegah dan mengobati diabetes dengan cara menurunkan kadar gula dalam darah setelah makan.

Membantu Menjaga Kelestarian Lingkungan

Selain bermanfaat bagi kesehatan Anda, kopi organik juga dapat memberikan dampak yang baik bagi kelestarian lingkungan. Menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA), pekerja di kebuk kopi organik tidak akan terpapar oleh senyawa kimia berbahaya yang biasa ditemukan dalam pestisida dan pupuk kimia. Selain itu, kebun organik juga menggunakan bahan tak terbarukan yang lebih sedikit dan tidak meninggalkan residu kimia berbahaya ke dalam tanah maupun perairan sekitar kebun, yang dapat membahayakan makhluk hidup sekitar.

Artikel orisinal ditulis oleh Erica Kannall untuk SFGATE.