Suatu hari seorang pasien remaja datang menemui dokter spesialis gastroenterologi, dokter spesialisasi sistem pencernaan tubuh, setelah dua bulan lebih Ia pergi ke berbagai praktik dokter umum tapi rasa sakit di perutnya tidak kunjung membaik.

Melihat kondisi tersebut, dokter langsung mengambil tindakan endoskopi guna melihat keadaan lambung pasien. Setelah kamera masuk ke dalam lambung, dokter menemukan lambung pasien dalam keadaan bengkak dan mengalami pendarahan. Dokter kemudian menanyakan riwayat hidup pasien dan akhirnya mengetahui bahwa remaja tersebut ternyata memiliki kebiasaan mengkonsumsi satu botol minuman berenergi setiap hari.

Kafein memang banyak terdapat di minuman kita sehari-hari. Tapi jika dibandingkan dengan jenis minuman yang lain, jumlah kafein pada minuman berenergi memliki jumlah yang jauh lebih banyak. Berikut adalah kandungan kafein dari beberapa jenis minuman berdasarkan data dari www.energyfiend.com.

  • 8 ons teh (telah diseduh): 47 milligram
  • 12 ons Coca-Cola: 34 milligram
  • 12 ons Sunkist (minuman sarijeruk) : 41 milligram
  • 8 ons kopi: 108 milligram
  • 8 ons Red Bull (minuman berenergi): 80 milligram
  • 8 ons Redline RTD (minuman berenergi):: 250 milligram

Selain menggunakan kafein dalam bentuk zat kimia, saat ini minuman berenergi juga mulai menggunakan bahan lain yang mengandung kafein seperti Guarana (tanaman dari Amerika Selatan yang bijinya dihancurkan dan ditambahkan sebagai stimulan), Ginseng, Carnitine, dan minyak ular, yang manfaatnya masih belum terbukti hingga saat ini.

Meskipun kejadian ini tergolong langka, tapi laporan tentang kejadian medis serius akibat kafein terus semakin meningkat setiap tahunnya. Di Amerika Serikat pada tahun 2008 terdapat laporan sebanyak 250 kasus overdosis kafein, dengan 12% kasus membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit. Gejala yang disebabkan oleh overdosis kafein antara lain insomnia, jantung berdebar, tremor, berkeringat, mual, muntah, diare, dan rasa nyeri di dada, dengan usia rata-rata penderita adalah 21 tahun.

Melalui kisah ini, kita sebagai konsumen harus selalu berhati-hati akan apa yang akan kita konsumsi, terutama bagi anak-anak kita untuk menghindari konsumsi kafein berlebih. Baik dalam bentuk minuman kopi maupun minuman berenergi, yang sangat berbahaya bagi kesehatan lambung.

Artikel orisinal ditulis oleh Dr. Rahul K. Parikh untuk Los Angeles Times, 1 September 2008.